Penyebab Ejakulasi Dini Di Usia Muda
Ejakulasi dini merupakan gangguan seksual yang umum dialami
pria. Kurang lebih 1 dari 3 pria mengalaminya pada satu titik dalam kehidupan
mereka.
Berdasarkan konsensus International Society of Sexual
Medicine pada tahun 2014, ejakulasi dini diartikan sebagai
Sejak pertama kali melakukan hubungan intim, ejakulasi
selalu atau hampir selalu terjadi kurang dari satu menit setelah penetrasi
vagina. Kondisi ini disebut ejakulasi dini primer.
Tapi, orang yang sebelumnya normal pun dapat mengalami
ejakulasi lebih singkat, yaitu kurang dari tiga menit setelah penetrasi vagina.
Kondisi ini disebut ejakulasi dini sekunder.
Ketidakmampuan untuk menahan ejakulasi pada semua atau
hampir semua penetrasi vagina.
Menimbulkan konsekuensi negatif secara personal seperti
stres, cemas, frustasi, dan menghindari hubungan intim.
Pengertian ini hanya berlaku ketika Anda berhubungan intim
yang sesungguhnya dengan wanita dan tidak dapat dipakai sebagai acuan ejakulasi
dini bila dilakukan dengan onani/masturbasi.
Rata-rata waktu normal dari mulainya penetrasi hingga
ejakulasi adalah 5,5 menit, dengan rentang rata-rata 5-7 menit. Seseorang
dianggap mengalami ejakulasi dini (ED) apabila ejakulasi terjadi <2 menit.
Namun, prinsipnya ED adalah ketidakmampuan mengontrol ejakulasi secara seksual
maupun emosional. Durasi ini tidak bersifat saklek, artinya tergantung dari
Anda dan pasangan. Ada pria yang ejakulasi dalam waktu 1 menit tetap 'senang'
saja karena pasangannya terpuaskan, sedangkan ada pria yang ejakulasi dalam 10
menit yang merasa mengalami ejakulasi dini karena tidak mampu memuaskan
pasangannya.
Penyebab ejakulasi dini (ED) dapat dibagi menjadi dua, yaitu
penyebab ED primer dan sekunder.
Pada sebab yang primer, ED terjadi sejak pertama kali aktif
secara seksual. Dengan kata lain, dari waktu pertama kali berhubungan seksual
selalu mengalami ED. Penyebabnya seringkali bersifat psikologis, termasuk
trauma seksual yang pernah dialami.
Pada yang sekunder, ED terjadi setelah sebelumnya memiliki
riwayat ejakulasi yang normal. Penyebabnya bersifat psikologis dan fisik.
Penyebab fisik misalnya penyakit diabetes, darah tinggi, konsumsi alkohol
berlebih dan dan merokok.
Secara fisik, ejakulasi dikendalikan oleh zat kimia dalam
otak, yaitu serotonin. Apabila kadar serotonin Anda terganggu atau tidak
bekerja dengan baik, dapat terjadi ejakulasi dini. Alasan lainnya adalah penis
yang terlalu sensitif atau terdapat aktivitas refleks abnormal pada sistem
ejakulasi Anda.
Kondisi medis lain juga dapat memicu ED, seperti disfungsi
ereksi (DE), kelenjar tiroid yang terlalu aktif, gangguan terkait prostat, dan
diabetes.
Sedangkan penyebab psikologis, dapat bervariasi
antarindividu. Ini bisa dipicu oleh masalah dalam hubungan suami istri/dengan
pasangan seksual, kecemasan, depresi dan stres. Hal ini juga dapat berhubungan
dengan pilihan gaya hidup seperti alkoholik, menggunakan narkoba. Ejakulasi
dini juga dapat terjadi akibat reaksi emosional dan frustasi personal karena ED
yang dialami.
Obat-obatan yang biasanya digunakan untuk mengatasi ED
adalah obat-obat golongan SSRI (Selective Serotonin Reuptake Inhibitors).
Namun, penggunaan obat-obat ini sangat ketat dan harus dengan resep dokter.
Obat-obat ini diberikan apabila cara-cara alami sudah tidak berhasil. (Baca:
Lakukan Ini untuk Mengatasi Ejakulasi Dini)
Beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengatasi ED:
Komunikasikan dengan pasangan yang Anda alami. Ini akan
membuat Anda tahu apa yang pasangan harapkan dari Anda sehingga meningkatkan
rasa percaya diri Anda. Ini merupakan kondisi medis dan bukan salah siapapun.
Karena itu bila dihadapi bersama-sama akan lebih baik.
Kelamin dikitari oleh otot-otot rongga panggul yang juga
perlu dilatih. Lakukan latihan Kegel untuk menguatkan otot-otot ini sehingga ED
dapat dihindari.
Tenang dan sabarlah.
Kurang tidur dapat menurunkan kadar serotonin otak sehingga
tubuh Anda ejakulasi lebih cepat. Karena itu, kecukupan waktu tidur sangat
penting.
Apabila cara-cara di atas belum berhasil, konsultasikan
dengan dokter spesialis urologi atau andrologi.
Baca Juga : Obat Kuat Tahan Lama Racikan Sendiri
Rekomendasi : Obat Oles Tahan Lama




No comments:
Post a Comment